DAFTAR ISI
Kata
pengantar ......................................................................................................................
Daftar
isi ...............................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN....................................................................................................
Latar
belakang.......................................................................................................................
Rumusan
masalah .................................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN ....................................................................................................
A.
Prestasi Diri
Bagi Keunggulan Bangsa......................................................................
B. Hubungan Potensi Diri Dan
Prestasi Diri Untuk Berprestasi Sesuai Kemampuan....
C. BERPARTISIPASI DALAM BERBAGAI AKTIVITAS......................................
BAB
III PENUTUP..............................................................................................................
Kesimpulan............................................................................................................................
Saran......................................................................................................................................
Daftar
pustaka.......................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Manusia hidup di
muka bumi ini tidak hanya untuk sekedar makan dan minum saja. Tetapi sebagai
manusia harus mempunyai aktivitas lainnya. Apakah hanya hidup untuk makan atau makan untuk hidup? Semuanya
tergantung pada diri individu masing-masing. Tetapi sebagaimana dikemukakan
oleh Robert J Tamasy, hidup di dalam dunia ini, upaya menunjukkan
keunggulan
diri (self
promotion) tidak hanya dianggap biasa, tetapi juga seolah
dianjurkanbahkan kita dituntut untuk melakukannya. Kita masih
ingat sebagaimana yang dikatakan Mohamad Ali ketika meraih gelar juara tinju
dunia, dia berteriak “Sayalah yang terbesar”.
Ungkapan itu merupakan pernyataan kebanggaan akan keunggulan diri dan
prestasinya dalam olah raga tinju. Sebenarnya untuk
berprestasi
tidak hanya di bidang olah raga, namun juga dalam bidang yang lain
seperti seni atau ilmu pengetahuan.
Pada bab ini
kalian akan mempelajari tentang prestasi
diri bagi
keunggulan bangsa, hubungan potensi diri dan prestasi diri untuk berprestasi sesuai kemampuan dan peran serta dalam berbagai aktivitas untuk
mewujudkan prestasi diri sesuai kemampuan demi
keunggulan bangsa.
Pada akhirnya
kalian diharapkan dapat mewujudkan
potensi
diri menjadi prestasi diri yang membanggakan bangsa.
B. Permasalahan
1. apa
pengertian prestasi diri ?
2. bagaimana cara
untuk meraih prestasi diri ?
3. seberapa penting
prestasi diri bagi seseorang ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. PRESTASI DIRI BAGI KEUNGGULAN BANGSA
Pengertian Prestasi Diri
Keberhasilan adalah dambaan dan impian
setiap orang, baik anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Kata keberhasilan
identik dengan kata prestasi. Keberhasilan ini tentunya tidak pada ruang
lingkup yang sempit, tidak selalu posisi teratas atau number one,
melainkan melalui proses pengenalan diri sehingga mengetahui serta menyadari
kelebihan dan kelemahan. Setelah itu memanfaatkan kelebihan yang masih
terpendam yang berupa potensi menjadi perilaku yang aktual. Hal ini merupakan
pekerjaan besar yang membutuhkan kekuatan internal yang luar biasa dan tidak
semua orang bisa melakukannya. Orang-orang terkenal, yang berprestasi pada
bidangnya ternyata tidak semuanya berpendidikan tinggi. Melainkan melalui
proses pengenalan diri yang baik dan mengoptimalkan seluruh potensi yang
dimiliki. Albert Einstein, ternyata tidak mengenyam pendidikan. Namun berhasil menemukan
apa itu quantum.
Setiap manusia
memiliki potensi yang berbeda-beda. Dengan potensi, manusia dapat berkembang
lebih baik dan berprestasi. Potensi sangat berpengaruh dalam kehidupan
sehari-hari dan dalam meraih cita-cita. Oleh karena itu, kita perlu mengenal
potensi sedini mungin, agar dapat mengembangkannya secara optimal.
Setiap
bangsa di dunia ini tentu memiliki kekhasan yang berbeda satu dengan yang lain.
Tidak terkecuali dengan bangsa dan negara Indonesia. Sejak berdirinya pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia telah memiliki prestasi diri yang tidak sedikit. Prestasi diri adalah
suatu kebanggaan yang telah dimiliki/diraih oleh suatu bangsa.
Prestasi diri dapat dimiliki oleh individu maupun kelompok bahkan bangsa. Seperti
baru-baru ini Human Development Index Indonesia tahun 2007 menduduki peringkat 107 dunia, atau mengalami peningkatan prestasi dalam
menangani korupsi dan tidak lagi menjadi negara terkorup seperti sebelumnya.
Apakah
mereka dapat disebut telah berprestasi ?
Coba
bandingkan pemahaman kalian tentang aktivitas dan hubungannya dengan prestasi diri dengan paparan berikut ini.
Setiap
manusia apapun profesinya tentu akan mempunyai keinginan untuk berprestasi. Oleh karena dengan berprestasi seseorang akan dapat menilai apakah dirinya
sudah berhasil mencapai tujuan hidupnya atau tidak, juga untuk membawa nama baik bangsa dan negara jika memang bisa. Pengertian prestasi yaitu hasil yang telah
dicapai,
dilakukan, diperoleh atau dikerjakan. Prestasi tiap
orang
tidak akan sama, ada yang berprestasi dalam hal :
• melukis
•
berolahraga
• irama
musik
• cepat
menghitung
• puisi
• pemimpin
•
menyesuaikan diri
• tampil
menawan dan lain-lain
Manakah
yang paling bagus prestasinya? Tidak mungkin terjawab dengan tepat, karena
masing-masing peristiwa menampilkan “tokoh” yang memiliki
kecerdasan dalam bentuk yang berbeda-beda. Prestasi antara orang satu dengan lainnya tentu tidak akan sama, dan seseorang tidak akan mungkin menjadi orang yang sama persis
dengan
orang yang dikagumi prestasinya. Mengapa
demikian?
Pada
hakikatnya manusia adalah individu ciptaan
Tuhan Yang
Maha Esa yang memiliki potensi diri yang
berbeda
satu dengan yang lainnya, sehingga prestasi diri
setiap
orang tentu tidak akan sama. Itu sebabnya para ahli
berpendapat
bahwa setiap siswa adalah individu yang unik
(berbeda
satu dengan lainnya).
Sebagai
Warga Negara Indonesia yang baik maka
setiap
orang berusaha berprestasi demi keunggulan
bangsa
Indonesia tercinta. Tentu sangat membanggakan
jika kita
dapat berprestasi seperti Taufik Hidayat, Susi
Susanti,
Gita Gutawa Juara menyanyi di Mesir tahun 2007,
Usman
Hasan Saputra, Hermawan Kertajaya, Prof Dr Ir BJ
Habibie,
Dahlan Iskan atau Ir Ciputra, serta masih banyak
lagi yang
dapat dilihat dan disaksikan sendiri. Semua
berprestasi
sesuai bidangnya masing-masing. Ada yang di
bidang
olah raga, seni, budaya, maupun ilmu pengetahuan
serta enterpreneur (wiraswasta). Mengapa mereka dapat
berprestasi
di bidangnya, dan mengapa kita tidak atau
belum
mampu berprestasi seperti mereka ?
Dr. Vernon A.
Magnesen
menyatakan
bahwa keberhasilan kita belajar dipengaruhi oleh berbagai cara kita belajar,
yaitu:
10 % dari apa yang dibaca;
20 % dari apa yang didengar;
30 % dari apa yang dilihat;
50 % dari apa yang dilihat dan didengar;
70 % dari apa yang dikatakan;
90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan.
Kerja keras dalam belajar memang perlu kita lakukan agar dapat mencapai prestasi yang kita harapkan. Thomas Alfa Edison yang telah mengalami banyak kegagalan ketika berusaha melakukan penemuan, menyatakan bahwa ia telah menemukan salah satu cara untuk
mendapatkan kesuksesan karena ketika ia gagal dalam satu hal tentunya akan menemukan jalan lain yang mengantarkan pada prestasi. Kerja keras harus kita lakukan dalam semua bidang kehidupan guna menorehkan prestasi segala bidang
Ciri-ciri orang yang sukses adalah sebagai berikut.
1. Orang yang berhasil mengenal Tuhannya, taat, serta mengabdi dengan tulus dan teguh pendirian
2. Orang yang berani dan berhasil menemukan kekurangan dirinya lalu dengan sungguh sungguh dan gigih memperbaikinya.
3. Orang yang berhasil mengembangkan potensi positifnya sehingga hidupnya kian hari kian
bermanfaat bagi sesama juga makhluk lainnya.
4. Orang yang akhir khayatnya berakhir dengan kebaikan, wafat penuh kemuliaan di jalan yang diridai Tuhan.
10 % dari apa yang dibaca;
20 % dari apa yang didengar;
30 % dari apa yang dilihat;
50 % dari apa yang dilihat dan didengar;
70 % dari apa yang dikatakan;
90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan.
Kerja keras dalam belajar memang perlu kita lakukan agar dapat mencapai prestasi yang kita harapkan. Thomas Alfa Edison yang telah mengalami banyak kegagalan ketika berusaha melakukan penemuan, menyatakan bahwa ia telah menemukan salah satu cara untuk
mendapatkan kesuksesan karena ketika ia gagal dalam satu hal tentunya akan menemukan jalan lain yang mengantarkan pada prestasi. Kerja keras harus kita lakukan dalam semua bidang kehidupan guna menorehkan prestasi segala bidang
Ciri-ciri orang yang sukses adalah sebagai berikut.
1. Orang yang berhasil mengenal Tuhannya, taat, serta mengabdi dengan tulus dan teguh pendirian
2. Orang yang berani dan berhasil menemukan kekurangan dirinya lalu dengan sungguh sungguh dan gigih memperbaikinya.
3. Orang yang berhasil mengembangkan potensi positifnya sehingga hidupnya kian hari kian
bermanfaat bagi sesama juga makhluk lainnya.
4. Orang yang akhir khayatnya berakhir dengan kebaikan, wafat penuh kemuliaan di jalan yang diridai Tuhan.
Menorehkan prestasi bukanlah sebuah pekerjaan yang tidak mungkin kita
lakukan karena meraih prestasi dapat mulai dari diri sendiri, di
keluarga, di sekolah, di masyarakat, dan di negara.
1. Prestasi Diri
a. Mampu memahami potensi jasmani dan rohani.
b. Memiliki badan yang sehat.
c. Memiliki ilmu pengetahuan sesuai dengan tingkat usia dan kedudukannya
d.Berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
2. Keluarga
a. Berpartisipasi dalam aktivitas keluarga.
b. Menjaga nama baik keluarga.
c. Memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga.
d. Memahami dan melaksanakan nilai kasih sayang dalam keluarga.
3. Sekolah
a. Mematuhi tata tertib sekolah.
b. Aktif dalam kegiatan belajar.
c. Aktif dalam kegiatan OSIS.
d. Menguasai pelajaran sesuai dengan kompetensinya.
e. Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minatnya.
f. Aktif dalam kegiatan kompetisi akademik dan nonakademik, baik di sekolah maupun antarsekolah.
4. Masyarakat
a. Berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.
b. Mematuhi tata nilai dalam masyarakat.
c. Mampu bertenggang rasa dan menanamkan sikap kesetia kawanan sosial.
d. Ikut serta dalam kegiatan olahraga, kesenian, sosial, dan sebagainya.
e. Ikut serta dalam berbagai kompetisi.
5. Bangsa dan Negara
a. Berpartisipasi dalam pembangunan.
b. Mematuhi hukum yang berlaku.
c. Mendukung setiap program pembangunan nasional.
d. Siap sedia membela negara untuk kemajuan bangsa dan negara.
e. Menunjukkan prestasi secara nasional dan internasional di bidang iptek, seni, dan olahraga.
1. Prestasi Diri
a. Mampu memahami potensi jasmani dan rohani.
b. Memiliki badan yang sehat.
c. Memiliki ilmu pengetahuan sesuai dengan tingkat usia dan kedudukannya
d.Berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
2. Keluarga
a. Berpartisipasi dalam aktivitas keluarga.
b. Menjaga nama baik keluarga.
c. Memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga.
d. Memahami dan melaksanakan nilai kasih sayang dalam keluarga.
3. Sekolah
a. Mematuhi tata tertib sekolah.
b. Aktif dalam kegiatan belajar.
c. Aktif dalam kegiatan OSIS.
d. Menguasai pelajaran sesuai dengan kompetensinya.
e. Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minatnya.
f. Aktif dalam kegiatan kompetisi akademik dan nonakademik, baik di sekolah maupun antarsekolah.
4. Masyarakat
a. Berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.
b. Mematuhi tata nilai dalam masyarakat.
c. Mampu bertenggang rasa dan menanamkan sikap kesetia kawanan sosial.
d. Ikut serta dalam kegiatan olahraga, kesenian, sosial, dan sebagainya.
e. Ikut serta dalam berbagai kompetisi.
5. Bangsa dan Negara
a. Berpartisipasi dalam pembangunan.
b. Mematuhi hukum yang berlaku.
c. Mendukung setiap program pembangunan nasional.
d. Siap sedia membela negara untuk kemajuan bangsa dan negara.
e. Menunjukkan prestasi secara nasional dan internasional di bidang iptek, seni, dan olahraga.
B. PENTINGNYA
PRESTASI DIRI BAGI KEUNGULAN BANGSA DAN MENGENAL POTENSI DIRI BERPRESTASI
Pengertian
Potensi Diri
UU No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat (4) menyebutkan bahwa
peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi
diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan tertentu. Selanjutnya, Penjelasan UU Sistem Pendidikan Nasional
tersebut pada bagian umum dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha agar manusia
dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan
atau cara lain yang dikenalnya dan diakui oleh masyarakat.
Setiap orang
memiliki potensi. Orang tidak dapat mewujudkan potensi diri dalam perilaku yang
nyata apabila potensi yang dimiliki itu tidak dikembangkan melalui
pembelajaran. Potensi merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang yang masih
perlu dikembangkan dan dilatih agar terwujud prestasi. Potensi yang dimiliki
seseorang berbeda-beda. Potensi juga dikatakan sebagai bakat (aptitude).
Setiap orang dapat berprestasi sesuai dengan usaha dan
kemampuan yang dimilikinya. Suatu prestasi perlu dicapai dengan usaha keras
sesuai perundangan yang berlaku. Seseorang dapat berprestasi apabila sudah
melakukan usaha dengan sungguh-sungguh.
Dalam proses pembelajaran, kadang dijumpai hal-hal
berikut :
a. Siswa
yang tidak cerdas, tetapi memiliki prestasi belajar
sedang.
b. Siswa
yang tingkat kecerdasannya biasa, namun memiliki prestasi yang membanggakan.
Faktor-faktor yang menyebabkan seorang siswa mempunyai
prestasi rendah, antara lain :
a. Kurang
memiliki motivasi dalam belajar.
b. Kurang
memiliki cita-cita dan atau tujuan yang mantab.
c. Kurang
menguasai keterampilan/pengetahuan yang diperlukan.
d. Ligkungan
hidup sehari-hari yang tidak kondusif.
Dalam keberhasilan dalam belajar, motivasi merupakan
faktor yang memegang peranan penting. Motivasi ialah tenaga pendorong yang
menyebabkan terjadinya perilaku ke arah tujuan tertentu. Seseorang dikatakan
mempunyai motivasi terhadap sesuatu apabila perilakunya menunjukan minat,
perhatian, ingin ikut serta, bekerja keras tidak berhenti sampai selesai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar memiliki prestasi
diri yang optimal adalah :
a. Memiliki
wawasan pendidikan
Wawasan
pendidikan adalah cara memandang bahwa pendidikan merupakan proses pemanusiaan
dan dilakukan dalam interaksi dengan manusia lain. Sehingga tmembawa dampak
penyebutan anak didik menjadi subjek didik. Cara pandang seperti ini sesuai
dengan ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu :
1) Ing
ngarso sung tulodo (jika di depan memberi contoh)
2) Ing
madya mangun karso (jika di tengah membangkitkan hasrat untuk belajar)
3) Tut
wuri handayani (jika di belakang memberi dorongan)
Menurut Faure,
hubungan atau interaksi antara pendidik dan subjek didik merupakan wahana untuk
membelajarkan subjek didik dan mengoptimalkan subjek didik untuk menemukan diri
sendiri.
b. Memiliki
cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, kehendak, harapan yang selalu
ada di dalam pikiran atau di dalam hati. Untuk mewujudkan cita-cita diperlukan
pikiran yang kritis dan kreatif.
c. Berpikir
kritis dan kreatif
Berpikir kritis berarti mampu melihat hal-hal yang
bersifat tidak nalar, keliru, tidak sesuai kriteria. Berpikir kreatif berarti
menghasilka suatu pemecahan masalah dan suatu alternative sehingga masalah
dapat dipecahkan dengan beberapa cara.
Ki Hajar Dewantara (1889 – 1959)
Bapak Pendidikan Nasional
Ki Hajar Dewantara adalah pendiri sebuah perguruan yang
bercorak nasional, National Onderwijs Institut Taman Siswa (Perguruan Nasional
Taman Siswa) pada 3 Juli 1922. Ajarannya yang terkenal ialah Ing ngarso sung
tulodo (di depan memberi teladan). Ing madya mangun karso (di tengah
menciptakan peluang untuk berprakarsa). Tut wuri handayani (di belakang memberi
dorongan).
Pribadi kreatif:
Memiliki sifat yang tidak
lazim :
·
Suka menghasilkan sesuatu yang baru yang secara umum tidak biasa atau asing
·
Memiliki kemampuan rasional dan emosional
·
Berimajinasi
·
Berfantasi
·
Berintuisi
Kreativitas
adalah proses yang memikirkan gagasan atau pemecahan masalah.Proses pemikiran
kreatif berbeda dengan proses berpikir analisis. Proses pemikiran kreatif juga
disebut berpikir devergen. Berpikir kreatis besifat holistik atau menyeluruh,
imajinatif, dan menjelajahi persoalan untuk memperoleh gagasan, ide, kreasi,
jawaban, dan pemecahan masalah.
Proses
pemikiran analisis juga disebut berpikir konvergen. Dalam berpikir analisis
berlaku peraturan yang memungkinkan pendekatan logis, vertikal, dan menuju pada
jawaban tunggal.
Pribadi kreatif memiliki ciri-ciri:
1. Bebas
dalam berpikir dan bertindak.
2. Memiliki
sifat lentur dalam pandangan hhidupnya.
3. Berkemauan
untuk mengakui dorongan-dorongan dirinya yang tidak berdasarkan akal.
4. Menyukai
hal-hal yang menantang dan baru.
5. Memiliki
rasa humor yang bagus.
6. Berani
mengemukakan pendapat dan berani mengambil resiko.
7. Bersifat
ingin tahu.
d. Peluang
untuk melakukan
Kegiatan
yang dapat dilakukan para siswa untuk mengembangkan daya nalarnya:
1. Siswa
memberikan masukan dalam menyempurnakan menyempurnakan keputusan.
2. Siswa
perlu mengikuti acara televisi tentang perbedaan pendapat.
3. Siswa
mwmniasakan diri menulis artikel di surat kabar.
Spontanitas dan
vokal merupakan ciri pemikir yang sigap, kritis, dan kreatif. Budaya kritis
perlu dibina dengan mengembangkan prinsip-prinsip demokrasi.Dengan kegiatan
yang memberikan peluang untuk membina kemampuan berpikir, siswa makin memiliki
keterampilan mengemukakan pendapat, merumuskan pendapat, mengajukan pendapat,
dan menjaga etika berdiskusi. Selain itu, emosinya akan berkembang dan
menumbuhkan semangat untuk berprestasi dan menghadapi masalah.
Tanpa berlatih,
tidak akan memiliki pengalaman. Tanpa meimliki pengalaman, tidak akan pernah
maju. Belajar dengan mengalami sendiri berarti memproses sendiri
pengetahuannya. Hal itu disebut keterampilan proses. Pendapat itu seperti
pengetahuan yang bersifat tentatif.Artinya, yang sekarang dianggap benar,
besuk bisa berubah, dan terus berkelanjutan sehingga kebenaran itu bersifat
sementara. Ingat!!! Perkembangann ilmu pengetahuan dan tekhnologi akan
berkelanjutan.
e. Memiliki
Sikap Kompetitif
Sikap kompetitif adalah sikap yang berupaya keras untuk
mengubah keadaan menjadi lebih baik. Kompetitif muncul karena adanya masa
depan.
Salah satu perubahan masa depan adalah :
1. Meningkatnya
ketergantungan antar bangsa
Hal itu berarti
persoalan-persoalan tertentu hanya dapat diselesaikan berdasarkan kesepakatan
antarbangsa. Ketergantungan itu berlangsung dalam hal pangan, utang piutang
internasional, serta energi dan lingkungan.
2. Ledakan pengetahuan dan
informasi
Informasi yang banyak menuntut kita
untuk mencerna, meramu, merumuskan, serta melakukan antisispasi dalam
memecahkan masalah yang dihadapi pada masa depan.
Arus ilmu
pengetahuan yang baru datang menggantikan yang lama (pengetahuan yang bersifat
tentatif) menuntut kita untuk menggunakan secara arif dalam memperoleh
cita-cita baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita.
Menurut Rustan Lakala, ada lima masalah besar yang
dihadapi oleh negara-negara berkembang, yaitu :
Utang Internasional
Pertumbuhan penduduk
Urbanisasi yang cepat
Pengikisan lingkungan
Pengangguran secar
besar-besaran
Apabila
kemampuan untuk mengatasi kelima masalah di atas tidak kita tumbuhkan sedini
mungkin, bangsa kita akan terus-menerus dilanda permasalahan berat. Akibatnya,
akan timbul disintegrasi atau perpecahan bangsa yang dapat menimbulkan masalah
baru.
Menurut Sarto Kartodirdjo, ada enam masalah yang
mengancam eksistensi kita. Keenam masalah itu adalah
Kesenjangan
antargolongan bangsa;
Kontras
antar golongan kaya dan miskin;
Proses
pendewasaan politik yang mengalami berbagai hambatan;
Keterbelakangan
ilmu pengetahuan dan teknologi;
Belum
selesainya perubahan budaya dari pertanian ke industri;
Pembudayaan
nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan masyarakat.
Generasi yang
sekarang memegang pemerintahan tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah
tersebut pada kurun waktu ini. Generasi ini harus memiliki pngetahuan, sikap
dan keterampilan yang memadai, serta siap untuk bekerja sama dan berkompetisi.
Sikap
didefinisikan sebagai kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan
cara-cara tertentu, kesiapan yang dimaksud adalah kecenderungan potensial untuk
bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu. Kesiapan yang dimaksud
adalah kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu. Hal itu
berarti individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki respon atau
tanggapan terhadap stimulan sosial yang telah terkondisikan.
Dengan
diberikan stimulan (rangsangan) berupa pertanyaan, seseorang baru mereaksi,
merespons, atau menanggapinya dengan jawaban yang menggambarkan kesiapan untuk
ikut berkompetisi.
Seseorang dapat
dikatakan memiliki sikap untuk siap berkompetisi apabila ia memiliki beberapa
hal, yaitu :
·
Memiliki pengetahuan yang cukup tentang perlunya kompetisi;
·
Mempunyai cara-cara yang menggunakan akal sehat bahwa upayanya akan berhasi;
·
Memperhitungkan akibat dari setiap langkah dari perilakunya dan mengupayakan
kerugian yang seminimal mungkin;
·
Mempunyai pengalaman tentang perbuatan yang akan dilakukan atau yang mirip
dengan itu sehngga akan makin hati-hati.
f. Sikap
Siap Meraih Keunggulan
Keunggulan
berasal dari bahasa Jawa unggul yang berarti tinggi, bagus,
menonjol, atau istemewa. Seorang dapat dikatakan memiliki motivasi apabila
mempunyai perhatian terhadap sesuatu yang muncul dari rasa ingin tahunya,
mempunyai perhatian terhadap sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhannya,
mempunyai rasa percaya diri, serta mempunyai kepuasan terhadap prestasi yang
dicapainya.
Ø Orang yang
memiliki motivasi berprestasi tinggi adalah orang yang secara umum memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
Semangat
Semangat
Ø Perencanaan
yang matang
3. Bertanggung
jawab
4. Wira Usaha
Ø Kritik dan
saran
6. Bantuan
Ø Keorganisasian
Potensi berasal
dari kata bahasa Inggris to potent yang berarti keras, kuat. Dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia yang dimaksud potensi adalah
kemampuan-kemampuan dan
kualitas-kualitas yang dimiliki oleh seseorang, namun belum dipergunakan secara maksimal.
Potensi
merupakan suatu daya yang dimiliki oleh
manusia,
tetapi daya tersebut masih terpendam dalam diri yang bersangkutan. Setiap manusia pada dasrnya memiliki potensi, tetapi tidak setiap manusia
berkehendak dan mau bekerja
keras untuk mendayagunakan potensi tersebut. Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (individu) yang mempunyai
kemungkinan untuk dikembangkan dalam berprestasi. Potensi
diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri setiap
orang, setiap orang memilikinya. Potensi diri ada yang
positif dan ada yang negatif.
Potensi
diri yang positif seperti :
1. memiliki
idealisme
2. dinamis
dan kreatif
3.
keberanian mengambil resiko
4.
optimis dan kegairahan semangat
5. kemandirian
dan disiplin murni
6.
fisik yang kuat dan sehat
7.
sikap ksatria
8. terampi
dalam menerapkan iptek
9.
kompetitif
10. daya
pikir yang kuat
11.
memiliki bakat
Selain
potensi diri yang positif setiap manusia juga memiliki potensi diri yang negatif seperti :
1. mudah
diadu domba
2. kurang
berhati-hati
3.
emosional
4. kurang
percaya diri
5. kurang
mempunyai motivasi
C. BERPARTISIPASI
DALAM BERBAGAI AKTIVITAS
Ciri-ciri
kreativitas dapat dilihat dari
seseorang
yang memiliki rasa ingin tahu (sense of curiosity), kebutuhan untuk berprestasi (need
of achievement),
dapat
beradaptasi (adaptable) dan memiliki kemampuan menempuh resiko.
Prestasi
diri merupakan perwujudan dari bakat
dan
kemampuan, dan akan optimal jika dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan. Dalam kaitannya dengan anak berbakat dinamakan anak lantip,
Gardner memiliki pandangan yang berbeda, ia
menyatakan bahwa
“keberbakatan” manusia bukanlah berdasarkan
skor tes standar semata, namun sebagai:
1.
Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.
2.
Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
3.
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau
menawarkan
jasa yang akan menimbulkan penghargaan dalam budaya seseorang. Anak berbakat (anak lantip) dibedakan dari anak jenius. Anak jenius disebut juga anak
berbakat taraf sangat tinggi (highly gifted) yang sangat
jarang
ditemukan sedangkan anak
berbakat
banyak ditemukan di sekolahsekolah.
Ada lima macam
keberbakatan, yaitu
(1)
keberbakatan intelektual,
(2) keberbakatan akademik,
(3) keberbakatan kreatif,
(4)
keberbakatan kepemimpinan
dan
sosial, dan
(5)
keber-bakatan seni.
Analisis
dari Bloom tentang lantip pada
Peserta Olympiade Science, bahwa :
Pertama,
memiliki kemampuan luar biasa
tinggi untuk mencurahkan sejumlah
besar
waktu dan usaha untuk mencapai
suatu
standar yang tinggi. Karakteristik
ini telah
ada pada usia 5 atau 8 tahun
dan
menjadi semakin bertambah setelah
orang-orang
tersebut menerima pengajaran
beberapa
tahun. Kedua, memiliki sifat kompetitif dengan teman
sebaya dalam bidang talent tersebut dan memiliki kebulatan tekad untuk melakukan yang terbaik.
Ketiga,
memiliki kemampuan belajar secara cepat
tentang
teknik-teknik baru, ide-ide, dan proses dalam bidang talent tersebut. Karakteristik lantip menurut Kitano dan Kirby memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• fisik
yang menarik dan rapi dalam penampilan;
• diterima
oleh mayoritas dari teman-teman sebaya dan orang dewasa;
•
keterlibatan dalam beberapa kegiatan sosial, mereka memberikan sumbangan positif dan konstruktif;
•
kecenderungan dipandang sebagai juru pemisah dalam pertengkaran dan pengambil kebijakan oleh teman
sebayanya;
• memiliki
kepercayaan tentang kesamaan derajat semua orang (egalitarian) dan jujur;
•
perilakunya tidak defensif dan memiliki tenggang rasa;
• bebas
dari tekanan emosi dan mampu mengontrol
ekspresi
emosional sehingga relevan dengan situasi;
• mampu
mempertahankan hubungan abadi dengan
teman
sebaya dan orang dewasa;
• mampu
merangsang perilaku produktif bagi
orang lain;
• memiliki
kapasitas yang luar biasa
untuk menanggulangi situasi
sosial dengan cerdas,
humor, dan
pemahaman. Karakteristik di atas biasanya dimiliki oleh mereka yang telah berprestasi. Prestasi akan mencapai hasil yang bagus jika dalam situasi dan kondisi saat kesempatan
pengembangan bakat (lantip) dipenuhi. Hal ini bisa
diperoleh dari guru
yang
memberikan peluang kepada siswa untuk berkembang potensinya secara optimal. Kepribadian guru dapat membantu siswa untuk berprestasi antara lain
:
1.
Bersikap terbuka terhadap hal-hal baru
2. Peka
terhadap perkembangan anak baik secara fi sik maupun psikis
3.
Mempunyai pertimbangan luas dan dalam
4. Penuh
pengertian
5.
Mempunyai sifat toleransi
6.
Mempunyai kreativitas yang tinggi
7.
Bersikap ingin tahu
Selain
memiliki kepribadian, guru
juga harus
memiliki hubungan sosial
dengan
siswa yang dapat mendorong
timbulnya
prestasi yaitu suka dan pandai
bergaul
dengan anak berbakat serta
memahami
kesulitan yang dihadapi anak
tersebut.
Selain itu guru diharapkan
dapat
menyesuaikan diri dan mudah
bergaul
serta mampu memahami dengan
cepat
tingkah laku anak berbakat tersebut.
Untuk anak
berbakat memang harus ada perhatian
khusus
dari guru karena kadang-kadang mereka bertindak berbeda dengan teman lainnya. Misalnya bertanya secara kritis, meminta perhatian lebih bahkan
terkadang seperti melawan guru. Untuk itu kebesaran hati dari
guru untuk tidak bertindak negatif, tetapi malah lebih
memperhatikan mereka sehingga dapat memperlihatkan
bakatnya. Selain guru, peran orangtua juga tidak kalah
pentingnya dalam mengembangkan potensi diri yang
dimiliki anak untuk menjadi prestasi diri sesuai
kemampuannya. Meskipun hak utama pengajaran yang utama ada
di tangan orangtua, tetapi alangkah baiknya jika
orangtua tidak memaksakan
kehendak
kepada anaknya untuk menjadi apa
kelak.
Orangtua seharusnya bersikap demokratis dalam arti menyerahkan kepada anak mau menjadi apa kelak, tetapi tetap di sampingnya untuk selalu
mendampingi dan mengingatkannya jika mereka salah.
Orangtua selalu memberikan fasilitas, doa dan dorongan demi
keberhasilan anaknya.
Peran
masyarakat juga tidak kalah pentingnya,
karena
bagaimanapun hebatnya seseorang berprestasi jika tidak dapat dirasakan manfaatnya secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat tentu
tidak bermakna. Berbeda jika hasil prestasi dirinya dapat
dirasakan
masyarakat
tentu akan lebih bermakna, seperti prestasi Tim bulutangkis Indonesia, kemenangan Tim Olimpiade Fisika Indonesia maupun temuan Nutrisi
Saputra oleh Usman
Hasan
Saputra. Peran masyarakat juga bisa dengan memberikan dukungan dana dalam suatu prestasi yang
dicapai seseorang, misalnya memberikan bea siswa,
hadiah, atau memberikan biaya penelitian sehingga
menghasilkan suatu prestasi. Semua merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan, seseorang yang punya potensi diri akan mampu menunjukkan prestasi diri dengan motivasi
yang kuat dengan dukungan keluarga, guru dan
masyarakat. Peran guru bisa diganti oleh pelatih maupun
seseorang yang punya kepedulian
seperti Yohanes Saputra dalam Tim Olimpiade Fisika Indonesia ataupun Ir Ciputra dalam penelitian Nutrisi Saputra oleh Umar Hasan Saputra. Kebutuhan untuk berprestasi terjemahan dari need of achievement sebagaimana
dikemukakan John Atkinson
dan David
Mc Clelland pada tahun 1940-an. Kebutuhan
berprestasi
atau n-ach tercermin dari perilaku individu yang selalu mengarah pada suatu standar keunggulan. Orang-orang yang mempunyai perilaku seperti
ini
menyukai
tugas-tugas yang menantang, tanggung jawab secara pribadi, dan terbuka untuk umpan balik guna memperbaiki prestasi inovatif-kreatifnya. Hal
inilah yang harus dimiliki oleh seseorang supaya dapat
berprestasi, jika dikaitkan dengan teori Maslow maka hal
ini dapat dikatakan merupakan kebutuhan aktualisasi
diri. Tahap aktualisasi diri menurut Andri Wongso merupakan proses realisasi potensi diri
setelah kita mampu melakukan
tindakan-tindakan cepat, berani ambil resiko, dan mampu mengambil pelajaran atas keberhasilan dan
kegagalan
kita. Dalam proses perwujudan ini kita dituntut untuk melakukan segala sesuatunya secara profesional, efektif, dan efisien. Sebab ini sangat
berkaitan dengan
peluang
atau kesempatan yang kita peroleh.
Berbagai
upaya untuk mencapai prestasi dapat
dilakukan
dengan cara-cara sebagaimana dikemukakan
oleh
Sujiyanto yaitu :
1. kreatif
dan inovatif
2.
tanggung jawab
3. bekerja
keras
4.
memanfaatkan sumber daya
Salah satu
tugas perkembangan yang harus dikuasai
remaja
yang berada dalam fase perkembangan masa remaja adalah memiliki keterampilan sosial (social
skill) untuk
dapat
menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Keterampilan-keterampilan sosial tersebut meliputi:
1.
Kemampuan berkomunikasi
2.
Menjalin hubungan dengan orang lain
3.
Menghargai diri sendiri dan orang lain
4.
Mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain
5. Memberi
atau menerima feedback
6. Memberi
atau menerima kritik
7.
Bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku.
Apabila
keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Hal ini
berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu
mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal sehingga
dia akan dapat berprestasi. Hasil studi Davis dan Forsythe, dalam kehidupan remaja terdapat delapan aspek yang menuntut
keterampilan sosial (social skill) yaitu:
1.
Keluarga
2.
Lingkungan
3.
Kepribadian
4.
Rekreasi
5.
Pergaulan dengan lawan jenis
6.
Pendidikan/sekolah
7.
Persahabatan dan solidaritas kelompok
8.
Lapangan Kerja
Hubungannya
dengan prestasi diri maka seorang
remaja
dalam pengembangan aspek psikososialnya, harus dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kondisi yang kondusif sehingga
membuat tercapainya prestasi diri. Di bawah ini
adalah beberapa hal yang dapat berpengaruh bagi pengembangan
aspek psikososial remaja:
1.
keluarga
2.
lingkungan
3.
kepribadian
4.
rekreasi
5.
pergaulan dengan lawan jenis
6.
pendidikan
7.
persahabatan dan solidaritas kelompok
8.
meningkatkan kemampuan penyusuaian diri
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan
dari makalah ini adalah bahwa kita harus mencapai prestasi setinggi tingginya
tak peduli sesulit apapun. Termasuk untuk kita generasi muda, kitalah yang
wajib mengangkat derajat bangsa ini dimata dunia baik berprestasi dalam bidang
politik ataupun olahraga dan lain lain.
Saran
penulis hanya bisa menyarankan
semoga para pembaca dapat lebih termotivasi untuk menggapai prestasi setinggi
tingginya. Tak ada yang sulit jika kita punya motivasi dan semangat yang cukup,
lakukan segalanya sesuai kemampuan dan tak usah memaksakan diri jika memang tak
mampu untuk meraih itu, berprestasilah dibidang yang kalian minati karena Pada hakikatnya manusia adalah individu ciptaanTuhan Yang Maha Esa
yang memiliki potensi diri yang berbeda satu dengan yang lainnya,
sehingga prestasi diri setiap orang tentu tidak akan
sama. Itu sebabnya para ahli berpendapat bahwa setiap siswa
adalah individu yang unik
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar